Teknik Pemupukan Kelapa Sawit dan Interval Pemupukan

Pendahuluan

Pemupukan kelapa sawit adalah salah satu faktor terpenting dalam budidaya. Tanpa pemupukan yang tepat, tanaman akan kekurangan nutrisi, tumbuh tidak optimal, dan hasil panen tandan buah segar (TBS) menjadi rendah. Sebaliknya, dengan pemupukan teratur sesuai kebutuhan tanaman, produktivitas bisa meningkat hingga 25–30 ton TBS per hektar per tahun. Artikel ini membahas teknik pemupukan kelapa sawit, interval bulanan yang disarankan, jenis pupuk yang digunakan, serta tips efisiensi agar biaya tidak membengkak.

Pekerja Perkebunan Sawit Melkasanakan Pemupukan

Pentingnya Pemupukan

Kelapa sawit adalah tanaman yang membutuhkan nutrisi makro dan mikro dalam jumlah besar. Unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), dan boron (B) sangat menentukan pertumbuhan vegetatif, pembentukan bunga, dan produksi buah. Tanpa pemupukan yang tepat, tanaman akan mengalami defisiensi hara yang ditandai dengan daun menguning, pertumbuhan lambat, dan tandan buah kecil.

Interval Pemupukan Berdasarkan Usia Tanaman

Penaburan Pemupukan Sawit
Fase TanamanUsia TanamanFrekuensi PemupukanInterval BulananJenis Pupuk Utama
Pembibitan1–12 bulan1 kali/bulanSetiap bulanNPK 15:15:6, dolomit, urea
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)1–3 tahun3–4 kali/tahun3–4 bulan sekaliNPK, dolomit, boron, kieserite
Tanaman Menghasilkan (TM)>3 tahun2–3 kali/tahun4–6 bulan sekaliNPK, KCl, TSP, urea, boron, dolomit

Catatan: Interval pemupukan bisa disesuaikan dengan curah hujan, jenis tanah, dan hasil analisis daun.

Teknik Pemupukan yang Disarankan

Tehnik Pemupukan
  • Pemupukan manual: pupuk ditabur di sekitar piringan tanaman sawit.
  • Pemupukan lubang: pupuk dimasukkan ke dalam lubang kecil di sekitar akar untuk efisiensi penyerapan.
  • Pemupukan sistem baris: cocok untuk kebun skala besar, menggunakan alat sebar pupuk.
  • Pemupukan foliar (semprot daun): digunakan untuk unsur mikro seperti boron dan zinc.

Jenis Pupuk dan Dosis Umum

Jenis jenis Pupuk
Jenis PupukFungsi UtamaDosis per pohon/tahun (dewasa)
NPKNutrisi lengkap (makro)2–3 kg
UreaNitrogen untuk daun0.5–1 kg
KClKalium untuk buah1–2 kg
TSPFosfor untuk akar0.5–1 kg
DolomitKalsium & magnesium1–2 kg
BoronUnsur mikro50–100 gram

Penyesuaian Berdasarkan Analisis Daun dan Tanah

  • Lakukan analisis daun minimal 1 kali per tahun untuk mengetahui kekurangan unsur hara.
  • Gunakan hasil analisis untuk menyesuaikan dosis pupuk agar tidak boros dan lebih tepat sasaran.
  • Tanah gambut, tanah pasir, dan tanah liat memiliki kebutuhan pupuk yang berbeda.

Tips Efisiensi Pemupukan

  • Lakukan pemupukan saat tanah cukup lembab (hindari musim kemarau ekstrem).
  • Gunakan pupuk organik tambahan dari limbah sawit untuk menekan biaya.
  • Hindari pemupukan saat hujan deras agar pupuk tidak hanyut.
  • Simpan pupuk di tempat kering dan tertutup agar tidak rusak.
  • Gunakan tenaga kerja lokal untuk menekan biaya distribusi pupuk.

Dampak Salah Pemupukan

  • Overdosis pupuk: menyebabkan kerusakan akar dan pemborosan biaya.
  • Pupuk tidak terserap: jika diberikan saat hujan deras, pupuk bisa hanyut.
  • Kekurangan pupuk: tanaman tumbuh lambat, daun menguning, dan produksi buah rendah.

Manfaat bagi Petani dan Pelaku Usaha

  • Petani kecil: mendapat panduan jelas kapan dan bagaimana melakukan pemupukan.
  • Pelaku usaha: bisa merencanakan biaya operasional dengan lebih efisien.
  • Masyarakat: mendapat produk sawit berkualitas, baik untuk pangan maupun energi.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa kali pemupukan sawit dilakukan dalam setahun?
Antara 2–4 kali, tergantung usia tanaman dan kondisi lahan.

2. Apa interval pemupukan yang ideal?
Bibit: setiap bulan. TBM: 3–4 bulan sekali. TM: 4–6 bulan sekali.

3. Apa pupuk utama untuk sawit?
NPK, urea, KCl, TSP, dolomit, dan boron.

4. Bagaimana cara menekan biaya pupuk?
Gunakan pupuk organik tambahan dari limbah sawit dan lakukan analisis daun.

5. Apa dampak salah pemupukan?
Tanaman tumbuh lambat, daun menguning, hasil panen rendah, dan biaya membengkak.

6. Apakah pemupukan berbeda di tanah gambut?
Ya, tanah gambut membutuhkan pupuk lebih banyak untuk unsur fosfor dan kalium.

Kesimpulan

Pemupukan kelapa sawit adalah investasi jangka panjang. Dengan interval bulanan yang tepat, dosis sesuai kebutuhan, dan teknik pemupukan yang benar, petani bisa meningkatkan produktivitas kebun sekaligus menekan biaya. Kesalahan kecil dalam pemupukan bisa berdampak besar pada hasil panen, sehingga disiplin dan perencanaan sangat penting.

Dengan pemupukan yang teratur, kebun sawit bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat. Langkah sederhana hari ini akan menentukan hasil besar di masa depan.

Sumber Referensi

  • Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI. Pedoman Pemupukan Kelapa Sawit.
  • BPDPKS. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
  • MitraSawit.com. Jadwal Pemupukan Kelapa Sawit.
  • MutuCertification.com. Urutan Pemupukan Kelapa Sawit.

Post Comment